Koran Bekasi – Polres Bekasi mengambil langkah konkret dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna mengoptimalkan pengamanan Idul Fitri di seluruh wilayah hukumnya. Kapolres Bekasi memimpin langsung rapat koordinasi bersama TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan berbagai elemen masyarakat untuk menyamakan persepsi dan strategi pengamanan yang komprehensif.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Kapolres Bekasi menegaskan bahwa pihaknya tidak bekerja sendiri dalam mengawal keamanan selama momen hari raya. Setiap instansi menerima pembagian tugas yang jelas dan terukur agar pengawasan di lapangan berjalan efektif tanpa tumpang tindih kewenangan.
“Kami mengutamakan sinergi lintas sektoral. Keamanan Idul Fitri bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen yang ada,” ujar Kapolres Bekasi.
Baca Juga : Rekayasa Lalu Lintas Mudik Bekasi Disiapkan Pemkab Tahun Ini
Polres Bekasi juga mendirikan pos pengamanan terpadu di titik-titik strategis, termasuk di jalur mudik utama, pusat perbelanjaan, masjid besar, dan kawasan permukiman padat penduduk. Personel gabungan berjaga selama 24 jam penuh mulai dari malam takbiran hingga arus balik Lebaran usai.
Selain pengamanan fisik di lapangan, Polres Bekasi mengaktifkan patroli siber untuk memantau potensi gangguan keamanan melalui media sosial. Tim khusus mengawasi penyebaran informasi hoaks dan provokasi yang berpotensi memecah kerukunan warga selama periode Lebaran.
Polres Bekasi juga menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat untuk memperkuat imbauan kamtibmas kepada warga. Pendekatan humanis ini bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara mandiri.
Kapolres Bekasi mengajak seluruh masyarakat untuk aktif melaporkan setiap indikasi gangguan keamanan melalui saluran darurat yang tersedia. Dengan kolaborasi yang solid antara aparat dan warga, pengamanan Idul Fitri di wilayah Bekasi siap berjalan maksimal demi menciptakan suasana hari raya yang aman, tertib, dan penuh kekhidmatan bagi seluruh lapisan masyarakat.






